Makalah DIKSI Lengkap dengan DAFTAR PUSTAKA
DIKSI
Nama Kelompok/ Penyusun :
KIKI HERLAMBANG
SOFYAN
DWI MARTA
NURULHIDAYAH
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
FAKULTAS PERTANIAN
PRODI AGRIBISNIS
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan
sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang "", yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang "", yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dosen pembimbing
: ROFIATUL HIMA,S.S.M.Hum yang telah membantu kami dalam mengerjakan proyek
ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman
Agribisnis yang juga sudah memberi
kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah
ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya ilmiah ini. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya ilmiah ini. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.
Penyusun
#Kiki Herlambang
#Sofyan dwi Marta
# Nurul Hidayah
DAFTAR ISI
Kata
pengantar..................................................................................................ii
Daftar
isi...........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................1
1.1
Latar
Belakang...........................................................................................1
1.2
Rumusan Masalah......................................................................................1
1.3
Tujuan........................................................................................................1
1.4
Manfaat......................................................................................................1
BAB II
PEMBAHASAN..................................................................................2
2.1
Pengertian
Diksi..........................................................................................2
2.2 Makna Kata.................................................................................................2
2.3
Perubahan Makna
Kata...............................................................................4
2.4 Kata
Yang Memiliki Kemiripan..................................................................4
BAB III
PENUTUP...........................................................................................6
3.1
Kesimpulan..................................................................................................6
3.2
Saran............................................................................................................6
Daftar
pustaka...................................................................................................iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Diksi atau tata cara pemilihan kata
sering sekali menjadi masalah yang sangat umum di masyarakat. Hal ini terjadi
karena masih banyak penggunaan atau pemilihan kata yang digunakan hanya
kata-kata yang sudah biasa digunakan saat melakukan percakapan. Sehingga
menimbulkan kita memilih kata yang sebenarnya kurang pantas untuk digunakan.
Penggunaan diksi sangat penting agar
terciptanya komunikasi yang efektif.[1] Hal itu agar terciptanya
komunikasi yang efektif dan efisien dan untuk menghindari kesalah pahaman saat
berkomunikasi.[2] Pemilihan kata yang tepat merupakan sarana
pendukung dan penentu keberhasilan dalam berkomunikasi.[3]
1.2
Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini
mengenai :
a)
Apa yang dimaksud dengan diksi?
b)
Pembagian-pembagian dalam diksi!
1.3
Tujuan
tujuan dari pembuatan makalah ini meliputi :
a)
Mengetahui apa arti dari diksi
b)
Mengetahui macam-macam diksi
c)
Mengetahui bagaimana memilih kata yang baik dan benar untuk berkomunikasi
1.4
Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari makalah mengenai diksi
adalah :
a)
Dapat memahami arti diksi
b)
Dapat mengetahui pilihan kata yang baik untuk berkomunikasi
c)
Dapat memperkecil kesalahpahaman akibat pemilihan kata yang sulit dipahami
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Diksi
Diksi adalah kemampuan secara tepat
membedakan nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan
kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar
atau pembaca.[3]
Diksi mencakup kata-kata yang
dipakai untuk meyampaikan suatu gagasan, cara menggabungkan kata-kata yang
tepat dan gaya yang paling baik digunakan dalam situasi tertentu.[4]
Persyaratan pemilihan kata :
1)
Dapat membedakan kata-kata denotatif dan konotatif.
2)
Dapat membedakan kata-kata yang mirip dalam ejaannya seperti, bawa-bawah-bahwa.
3)
Hindari kata-kata ciptaan sendiri atau mengutip kata-kata terkenal yang belum
diterima dimasyarakat.
4)
Hati-hati dalam menggunakan kata-kata
yang berakhiran asing atau bersufiks bahasa asing, seperti: biologi-biologis.
5)
Megunakan kata-kata depan secara idiomatik, sepeti kata ‘ingat’ seharusnya
“ingat akan” bukan “ingat terhadap”.
6)
Bedakan kata khusus dan kata umum.
7)
Perhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal.
8)
Perhatikan kelangsungan pilihan kata.
2.2 Makna Kata
Macam-macam
makna, diantaranya :
1.
Makna Leksikal
Makna
leksikal adalah makna kata secara lepas, tanpa kaitan dengan kata yang lainnya
dalam sebuah struktur (frasa, klausa, kalimat).
Contoh :
Rumah adalah
bangunan untuk tempat tinggal manusia.
2.
Makna Gramatikal
Makna
gramatikal adalah makna baru yang timbul akibat terjadinya proses gramatika
(pengimbuhan, pengulangan, atau pemajemukan).
Contoh :
·
Berumah
memiliki makna mempunyai rumah.
·
Rumah-rumah
memiliki makna banyak rumah.
·
Rumah makan
memiliki makna rumah tempat makan.
3.
Makna Denotatif
Makna
denotatif atau makna referensial adalah makna yang menunjuk langsung pada acuan
atau makna dasarnya.
Contoh :
·
Merah ‘warna
seperti warna darah’.
·
Makan hati
‘makan hati lembu/ayam’.
Kata-kata
yang bermakna denotatif biasa digunakan dalam bahasa ilmiah yang bersifat lugas
atau tidak menimbulkan interpretasi tambahan. Makna denotatif disebut juga
dengan istilah :
·
Denotasional,
konseptual, ideasional, referensial, proposional :karena makna itu mengacu pada
referen, konsep, atau ide tertentu dari suatu referen.
·
Kognitif ,
karena makna itu berhubungan dengan kesadaran, pengetahuan, dan menyangkut
rasio manusia.
Makna
denotatif dapat dibedakan menjadi dua macam hubungan. Pertama, hubungan antara
sebuah kata dengan barang individual yang diwakilinya. Kedua, hubungan sebuah
kata dengan ciri-ciri atau perwatakan tertentu dari barang yang diwakilinya.
4.
Makna Konotatif
Makna
konotatif atau makna evaluasi/emotif adalah makna tambahan terhadap makna
dasarnya yang berupa nilai rasa atau gambaran tertentu.
Contoh :
·
Merah
‘berani, dilarang’.
·
Makan hati
‘susah karena perbuatan orang lain’.
Makna
konotatif atau sering juga disebut makna kiasan, makna konotasional, makna
emotif, atau makna evaluatif. Makna konotatif adalah suatu jenis makna dimana
stimulus dan respon mengandung nilai-nilai emosional. Kata-kata yang bermakna
konotatif atau kiasan biasanya dipakai pada pembicaraan atau karangan
non-ilmiah. Seperti berbalas pantun, peribahasa, lawakan, drama, prosa, puisi,
dan lain-lain.
5.
Makna Konstektual
Makna
konseptual ialah makna yang ditentukan oleh konstek pemakainnya. Contoh :
·
Dian sedang
belajar.
·
Kehidupan
mereka sedang saja.
·
Dia mendapat
nilai sedang.
Wujud reaksi
itu bermacam-macam yakni berupa tindakan atau perilaku, berupa pengertian,
serta berupa tindakan. Hal ini bergantung pada apa yang didengarnya, dengan
kata lain respon akan muncul berdasarkan stimulusnya. Ada beberapa unsur yang
terkandung dalam ujaran itu, yaitu :
1)
Pengertian merupakan landasan dasar untuk menyampaikan sesuatu kepada pendengar
atau pembaca dengan mengharapkan suatu perilaku.
2)
Perasaan merupakan ekspresi pembicara terhadap pembicaraannya, hal ini
berhubungan dengan nilai rasa terhadap hal yang dikatakan pembicara.
3)
Nada mencakup sikap pembicara atau penulis kepada pendengar atau pembacanya.
4)
Tujuan yaitu sesuatu yang ingin di capai oleh pembicara atau penulis.
6.
Kata Umum dan Kata Khusus
Makna umum
adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang luas dari kata yang lain.
Sedangkan makna khusus adalah makna yang
memiliki ruang lingkup cakupan yang sempit dari kata yang lain.
Kata Umum
|
Kata Khusus
|
Ikan
|
Gurame
|
Bunga
|
Mawar
|
Membawa
|
Memikul
|
Melihat
|
Menatap
|
2.3 Perubahan Makna Kata
Bahasa
bersifat dinamis sehingga dapat menimbulkan kesulitan bagi pemakai yang kurang
mengikuti perubahannya. Ketepatan suatu kata untuk mewakili atau melambangkan
suatu benda, peristiwa, sifat, dan keterangan tergantung pada maknanya, yaitu
hubungan antara lambang bunyi (bentuk/kata) dengan referennya.[5]
Perubahan makna selalu terjadi dati tahun ketahun, dari
zaman kezaman. Makna bahasa mulai mengalami perubahan ditiap wilayah dengan
makna yang berbeda-beda antarwilayahnya. Ada juga yang tetap mempertahankan
makna kata sesuai dengal keasliannya. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati
dalam menggunakan atau memilih kata terutama dalam hal-hal yang bersifat
ilmiah.
Dahulu kita
mengenal kata daulat, dalam KBBI (2001: 204) mengandung arti : “1. Berkat
kebahagiaan (yang ada pada raja); bahagia; 2. Kekuasaan; pemerintah.”. Tetapi
pada waktu revolusi fisik kata daulat bermakna lain yakni, merebut hak dengan
tidak sah, memecat dengan paksa. Misalnya: tanah-tanah Belanda banyak yang
didaulat oleh rakyat; gubernur itu didaulat oleh rakyatnya karena melakukan
korupsi. Setelah masa revolusi kata daulat tidak dipakai lagi, sehingga kata
itu hampir mati meskipun dalam KBBI masih tercantum tetapi sudah jarang
pemakaiannya.[6]
2.4 Kata Yang Memiliki Kemiripan
Homonim
adalah suatu kata yang memiliki makna
yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf,
namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut Homofon. Ada dua bentuk
Homonim :
·
Homograf
adalah kata yang memiliki kesamaan tulisan, berbeda bunyi, dan berbeda makna.
·
Homofon
adalah kata yang mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda
makna.
Homograf
|
Homofon
|
Apel (buah), Apel (upacara)
|
Rok(pakaian), Rock(aliran music)
|
Bisa(mampu), Bisa( racun ular)
|
Djarum(merek rokok), Jarum(alat untuk menjahit)
|
Serang (nama kota), Serang (perang)
|
Massa(kerumunan masyarakat), Masa(waktu)
|
Tahu(makanan),
Tahu(mengetahui)
|
Bank(tempat menyimpan uang), Bang(panggilan untuk
kakak)
|
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dalam melakukan pemilihan kata perlu
diketahui bahwa banyak sekali kata-kata yang dapat membuat pendengar atau
pembaca salah paham jika pembicara atau penulis menggunakan kata yang sulit
dipahami atau mungkin jarang didengar bahkan hampir tidak pernah digunakan
dikeseharian terutama tanpa adanya penjelasan mengenai kata tersebut.
Sehingga pemilihan kata sangat
memiliki pengaruh yang sangat besar bagi makna yang sebenarnya ingin
disampaikan.
3.2 SARAN
Lakukan pemilihan kata dengan baik
dan benar sesuai dengan situasinya. Agar maksud dan tujuan dapat tersampaikan
dengan benar kepada para pendengar atau pembaca. Seandainya ingin menggunakan
kata yang sudah jarang digunakan atu bahkan tidak pernah digunakan alangkah
lebih baiknya jika ada catatan mengenai atri kata yang digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Heryati,
Yeti, Cecep Wahyu, Enung K. Rukianti, Heri Jauhari.2013. Bahasa Indonesia. Bandung : BCM Digital
Printing.
Matakristal.com
Yandianto.
2001. Kamus Umum Bahasa Indonesia.
Bandung : M2Sl. 37
[1] Mulyana,
Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id
[2] Mulyana,
Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id
[3] Mulyana,
Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id
[4] Mulyana,
Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id
[5] Mulyana,
Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id
[6] Mulyana,
Dedi.2015. Makalah Diksi Pilihan Kata. dedimulyana96.blogspot.co.id
Komentar
Posting Komentar